Mandi wajib (ghusl) diwajibkan karena junub, haid, nifas, dan sebab lainnya. Rukunnya hanya dua: niat menghilangkan hadats besar dan meratakan air ke seluruh tubuh, termasuk kulit kepala dan sela-sela tubuh. Tata cara yang disunnahkan: niat, mencuci kedua tangan, membersihkan kemaluan, berwudhu seperti wudhu shalat, lalu menyiram air ke seluruh tubuh dimulai dari kepala, memastikan air sampai ke semua bagian. Pastikan tidak ada yang menghalangi air sampai ke kulit, seperti cat kuku yang tebal atau adonan yang menempel.
Fiqih Madzhab
Bagaimana cara mandi junub yang benar?
14 Oktober 2026·3 menit baca
Pertanyaan
Bagaimana cara mandi junub yang benar?
Jawaban ringkas
Rukunnya dua: niat menghilangkan hadats besar dan meratakan air ke seluruh tubuh. Disunnahkan diawali dengan wudhu.
Referensi kitab
Safinatun Najah; Fathul Qarib
Artikel terkait
Apa saja yang membatalkan wudhu?
Empat hal yang membatalkan wudhu menurut madzhab Syafi’i — penting diketahui agar shalat tetap sah.
Apakah makmum wajib membaca Al-Fatihah?
Kedudukan bacaan Al-Fatihah bagi makmum dalam shalat berjamaah.
Bagaimana tata cara wudhu yang benar menurut madzhab Syafi’i?
Panduan wudhu sesuai madzhab Syafi’i: 6 rukun yang wajib dipenuhi agar wudhu sah, beserta sunnah-sunnahnya.